Rejang dan Serawai, Dua Suku Tertua yang Mendiami Pedalaman Bengkulu

Rejang dan Serawai, Dua Suku Tertua yang Mendiami Pedalaman Bengkulu

BENGKULU, LELEMUKU.COM – Provinsi Bengkulu merupakan daerah yang heterogen dari segi suku bangsa. Penduduknya terdiri dari suku-suku asli dan masyarakat pendatang yang telah lama menetap di wilayah ini.

Suku-suku asli Bengkulu meliputi Rejang, Serawai, Mukomuko, Enggano, Kaur, Lembak, Pekal, Besemah, Semende, Merpas, Nasal, dan Melayu Bengkulu. Di antara suku-suku asli tersebut, Rejang dan Serawai adalah dua suku dengan populasi tertinggi.

Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia 2010, suku Rejang mencakup 20,60 persen dari total populasi. Suku Serawai mencakup 18,91 persen. Sementara suku Jawa menjadi populasi etnis tunggal terbesar dengan persentase 22,64 persen.

Suku Rejang diakui sebagai salah satu penduduk asli Bengkulu dan dianggap sebagai penghuni pertama atau suku tertua. Keberadaan mereka tercatat dalam berbagai catatan sejarah, termasuk buku Sejarah Sumatra karya William Marsden.

Selain suku-suku asli, terdapat pula masyarakat pendatang seperti Jawa, Minangkabau, Batak, Sunda, Lampung, dan lainnya. Keberagaman ini menjadikan Provinsi Bengkulu sebagai salah satu provinsi yang kaya akan budaya di Pulau Sumatra.

Salah satu suku yang menarik perhatian adalah suku Enggano. Mereka mendiami Pulau Enggano, sebuah pulau terpencil di Samudera Hindia. Dalam berbagai dokumentasi, pria suku Enggano terlihat memperagakan tarian perang dengan pakaian adat mereka.

Suku Kaur juga memiliki sejarah panjang. Dalam buku Sejarah Sumatra karya William Marsden, terdapat ilustrasi yang menggambarkan suku Kaur tempo dulu. Keberadaan mereka menjadi bagian dari mozaik budaya Bengkulu yang hingga kini masih dirawat.

Bahasa yang digunakan masyarakat Bengkulu juga beragam. Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi. Sementara bahasa Melayu Bengkulu menjadi bahasa yang dominan. Ada pula bahasa Rejang, Enggano, Mukomuko, Kaur, Kerinci, dan Minangkabau.

Keberagaman suku dan bahasa ini menjadikan Provinsi Bengkulu sebagai laboratorium budaya yang hidup. Setiap suku memiliki tradisi, tarian, dan musik khas yang menjadi kekayaan tak ternilai bagi Indonesia. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya