Tabut Bengkulu, Tradisi Muharram yang Memadukan Budaya Lokal dan Islam
BENGKULU, LELEMUKU.COM – Setiap tahun, saat bulan Muharram tiba, Kota Bengkulu bersiap menyambut sebuah tradisi yang telah berlangsung turun-temurun. Namanya Tabut, sebuah perayaan yang memadukan tradisi lokal dengan nilai-nilai Islam.
Budaya Tabut merupakan tradisi unik yang memadukan tradisi lokal dengan Islam Syiah. Dalam pelaksanaannya, masyarakat membuat bangunan kecil berbentuk menyerupai peti atau tabut, lalu diarak keliling kota. Tradisi ini menjadi salah satu daya tarik budaya Provinsi Bengkulu.
Bengkulu sendiri memiliki kekayaan budaya yang sangat kental. Kebudayaannya bercirikan budaya pribumi dengan pengaruh dari berbagai suku yang berbeda. Ada kebudayaan Rejang, Serawai, Melayu, Kaur, Mukomuko, Pekal, Lembak, Enggano, Merpas, dan Nasal.
Salah satu warisan budaya yang diakui pemerintah Republik Indonesia adalah batik besurek. Batik ini merupakan kain batik yang dihiasi huruf-huruf Arab gundul. Keberadaannya turut memperkaya wawasan budaya di Indonesia.
Seni pertunjukan juga menjadi bagian penting dari budaya Bengkulu. Terdapat belasan tarian tradisional yang masih dilestarikan hingga kini. Di antaranya adalah Tari Andun, Tari Bidadari Teminang Anak, Tari Bubu, Tari Gandai, Tari Ganau, dan Tari Kejei. Ada pula Tari Lanan Belek, Tari Napa, Tari Penyambutan, Tari Putri Gading Cempaka, Tari Pukek, Tari Sekapur Sirih, Tari Tabot, dan Tari Tombak Kerbau.
Seni musik tradisional Bengkulu berkembang seiring dengan kondisi masyarakatnya yang mayoritas beragama Islam. Aktivitas dan pertunjukan musik di Bengkulu banyak dipengaruhi nilai-nilai serta nuansa keislaman. Beberapa bentuk seni musik yang masih dikenal antara lain Geritan, yaitu cerita sambil berlagu. Ada pula Serambeak, seni yang berupa patatah-petitih. Andei-andei adalah seni sastra yang berupa nasihat. Sambei adalah seni vokal khas suku Rejang yang biasanya dinyanyikan pada pesta perkawinan.
Ada satu alat musik khas yang unik, namanya Doll. Alat musik ini terbuat dari bongkol kelapa dan dimainkan dengan cara dipukul. Doll biasanya dimainkan dalam acara Festival Tabut pada bulan Muharram atau acara penyambutan tamu.
Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung kekayaan budaya Bengkulu, waktu terbaik adalah saat perayaan Tabut berlangsung. Pada momen itu, seluruh kota seolah berubah menjadi panggung raksasa yang menampilkan kolaborasi budaya kesenian Nusantara. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
